Download

google_language = ‘en’
Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts

Aniaya Tiga Siswa, Guru di Bojonegoro Dipolisikan

Bojonegoro - Gara-gara menganiaya tiga muridnya, Purwanto (45) guru SMPN Kedung Adem Bojonegoro harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, guru anarkis tersebut dilaporkan ketiga orangtua siswa yang tidak terima dengan penganiayaan ini.Tiga siswa yang dianiaya itu adalah Ariana Istiqomah (13), Muhammad Anang Setiawan (14) dan Rinda Puspita (14). Ketiganya siswa kelas 8 SMPN Kedung Adem. "Kami ingin guru yang telah melakukan penganiayaan ini mendapat hukuman yang setimpal dengan apa yang telah dilakukannya," kata Arif, orangtua dari Ariana Istiqomah saat melapor ke Polsek Kedung Adem. Informasi yang dihimpun, penganiayaan oleh guru Purwanto terhadap tiga muridnya sudah terjadi sejak Kamis (14/7/2011) lalu. Awalnya, ketiga siswa ingin melihat siswa baru yang sedang mengikuti MOS (masa orientasi siswa) melalui jendela sekolah. Namun upaya itu dihadang oleh Manda, anak kandung guru Purwanto yang juga sekolah di SMP setempat. Hingga terjadi cekcok antar mereka.

Ternyata peristiwa itu dilaporkan ke Purwanto oleh Manda. Dan setelah itu, ketiga siswa dipanggil ke ruang BK oleh Purwanto. Di ruangan itu, ketiganya ditampar dan dipukuli oleh sang guru. Bahkan, bibir Anang Setiawan sampai berdarah akibat tamparan sang guru. Ternyata aksi kekerasan itu diketahui oleh siswa lain. Yang selanjutnya dilaporkan kepada orangtua Arif. Dan ketiga orangtua siswa itupun kemudian mendatangi sekolahan untuk melakukan klarifikasi. Namun saat di sekolah malah mereka ditantang oleh Purwanto yang mengaku tidak takut jika peristiwa tersebut dibawa ke ranah hukum. Karena jengkel, ketiga orangtua ini pun mendatangi Polsek Kedung Adem untuk melapor. "Pelapor dan terlapor masih menjalani pemeriksaan. Dan jika terbukti bersalah, pelaku bisa dijerat dengan pasal penganiayaan serta pasal tentang perlindungan anak," tegas Kapolsek Kedung Adem AKP Suyono.

http://surabaya.detik.com/read/2011/07/16/173143/1682721/475/aniaya-tiga-siswa-guru-di-bojonegoro-dipolisikan, Sabtu, 16/07/2011 17:31 WIB

Crop Circle di Sleman; Ratusan Orang Naik Bukit Demi 'Jejak UFO' DIY

VIVAnews - Ratusan orang menjejali lokasi persawahan yang memiliki jejak geometris aneh di Dusun Jogomangsan, Jogotirto, Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Warga rela mendaki bukit untuk melihat crop circle atau pola simetris berbentuk lingkaran yang diduga lokasi pendaratan UFO dari atas. Pantauan VIVAnews.com, tiga bukit mengapit lokasi jejak geometris aneh di lokasi itu sejak Senin 24 Januari 2011, pagi. Bukit terpendek menjadi lokasi favorit warga untuk melihat jejak aneh itu dari atas. Untuk naik ke atas bukit, warga membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Belum lagi ditambah jalan yang licin dan sedikit berbahaya. Warga memilih naik ke bukit Gunung Suru, karena pemandangan dari atas tampak terlihat jelas. Lokasi yang diduga jejak pendaratan UFO berada di atas sekitar enam sampai tujuh petak sawah yang siap panen. Sawah yang menjadi jejak geometris aneh itu berada di sebelah barat pinggiran jalan pedesaan. Kini, ratusan warga masih berjejalan di lokasi yang menjadi pusat perhatian. Tali tambang membentang di lingkaran jejak aneh itu. Tali itu untuk membatasi agar tidak ada warga yang masuk ke lokasi. Hingga kini belum ada penjelasan ilmiah terkait jejak aneh di Sleman itu. Seorang warga Edi Winarno yang sempat masuk ke lokasi bersama pemilik sawah menceritakan kesaksiannya. Kata dia, pola yang terbentuk sangat rapi, tidak ada padi yang patah. "Saat itu tanah di situ terasa hangat, kalau dari bentuknya seperti pesawat luar angkasa," kata Edi kepada VIVAnews.com.

Crop Circle Sleman Terbentuk Sabtu Malam

Crop circle atau pola simetris yang terbentuk di persawahan Berbah, Sleman, diduga terbentuk pada Sabtu 22 Januari 2011 malam. Ngadiran (60 tahun), salah satu pemilik sawah, menyatakan, pada Sabtu tengah malam itu sudah melihat padi di sawahnya rubuh. "Tidak tahu kejadiannya jam berapa," katanya ditemui di dekat lokasi, Senin 24 Januari 2011. Awalnya, Ngadiran mengira padinya rubuh karena dilewati hewan besar yang turun dari Merapi. Namun paginya, setelah melihat potret dari seorang anak bernama Rozi memotret dari ketinggian, terlihat bahwa padi yang rubuh itu membentuk detil misterius yang mirip fraktal. Pemilik sawah yang lain, Fahrurrozi, menyatakan pola itu membentang di enam kotak sawah. Satu kotak sawah berukuran 10x10 meter. Kini area persawahan di mana pola aneh itu terbentuk dipagari tali rafia oleh warga. Tak boleh ada yang masuk. Seorang warga Edi Winarno yang sempat masuk ke lokasi bersama pemilik sawah menceritakan kesaksiannya. Kata dia, pola yang terbentuk sangat rapi, tidak ada padi yang patah. "Saat itu tanah di situ terasa hangat, kalau dari bentuknya seperti pesawat luar angkasa," kata Edi. Namun Edi menyangsikan jika pola misterius itu adalah akibat dari pendaratan UFO. "Tapi persoalannya ada di bawah jaringan kabel Sutet, bagaimana pesawat bisa mendarat ya?" kata dia.

Sumber: VIVAnews.com, Senin 24 Januari 2011

Kapal Induk Bisa Lintasi Jembatan Selat Sunda

VIVAnews - Keberadaan Jembatan Selat Sunda (JSS) yang akan dibangun mulai 2013 dipastikan tidak akan mengganggu pelayaran internasional. Hal itu dikarenakan dengan ketinggian sekitar 80 meter di atas permukaan laut, kapal terbesar dunia masih bisa berlayar. Menurut Direktur Utama PT Bangungraha Sejahtera Mulia (BSM) Agung R Prabowo, hasil kajian BSM mengindikasikan bahwa jarak bebas vertikal yang diukur dari permukaan laut hingga dasar dek jembatan yang ada di tengah bentang utama JSS adalah 81,75 meter. Sedangkan panjang bentang utamanya 2.200 meter. "Ini berarti kapal-kapal terbesar seperti USS Enterprise dan Queen Mary-2 masih dapat berlayar tanpa gangguan di bawah JSS," ujar Agung kepada VIVAnews di Jakarta. Untuk kapal penumpang RMS Queen Mary 2 mempunyai panjang 345 meter, lebar 45 meter, dan tinggi 72 meter. Sementara kapal militer induk USS Enterprise mempunyai panjang 342 meter, lebar 77,1 meter, tinggi 75 meter. "Kedua kapal itu kapal paling besar di antara kapal besar dunia." Berdasarkan kajian pra studi kelayakan, disebutkan berdasarkan pengalaman Prof.DR Hasjim Djalal ketika diundang berkunjung ke kapal induk USS Abraham Lincoln yang sedang melintasi Selat Sunda dari Singapura ke Samudera Hindia pada April 2008. Kapal induk raksasa tersebut melintas Selat Sunda di sebelah timur Pulau Sangiang di luar sumbu Alur Laut Kepulauan Indonesia - 1 (ALKI-1), tetapi tetap dalam batas 25 mil dari sumbu ALKI-1.

Salah satu alasannya adalah menurut radar mereka, di bagian barat Pulau Sangiang traffic-nya cukup ramai, dan demi keselamatan kapal induk tersebut memilih lewat sebelah timur Pulau Sangiang. Pulau Sangiang terletak di tengah-tengah antara Pulau Sumatera dan Jawa. Untuk itu Agung mengusulkan pentingnya pengaturan lalu lintas kapal. Hal itu untuk keselamatan dan kelancaran pelayaran internasional, dan untuk memperkecil risiko struktur JSS terlanggar oleh kapal yang lewat. "Maka perlu dipertimbangkan penerapan "traffic separation scheme' yang dilengkapi dengan sistem pandu navigasi di Selat Sunda," ujarnya. Seperti diketahui, sisi Barat Selat Sunda dinyatakan sebagai bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia - 1 (ALKI-1) dimana hak pelayaran dan penerbangan internasional dikui, akan tetapi hak tersebut tidak mempengaruhi kedaulatan Indonesia atas ALKI tersebut. Menurut Pasal 53 ayat 6 Konvensi Hukum Laut 1982, Indonesia dapat menetapkan traffic separation scheme untuk keselamatan pelayaran bagi kapal-kapal yang melalui jalur-jalur pelayaran yang sempit dalam ALKI. (hs)

Sumber: vivanews.com, Kamis, 2 Desember 2010

Jatim Duduki Peringkat Ketiga Kasus HIV/AIDS

Surabaya (ANTARA News) - Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat ketiga kasus HIV/AIDS secara nasional selama periode Januari-September 2010 setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Kepala Dinas Kesehatan Jatim, dr Dodo Andono, di Surabaya, Rabu, mengatakan, selama periode tersebut, jumlah penderita HIV/AIDS di daerahnya itu mencapai 27.062 orang. Penderita terbanyak berada di Kota Surabaya yang mencapai 743 orang. Disusul Kabupaten Jember (360), Kabupaten Malang (325), Kabupaten Pasuruan (304), dan Kabupaten sidoarjo (298). Berdasarkan jenis kelamin, jumlah penderita HIV/AIDS terdiri atas laki-laki 2.730 orang atau 66,8 persen dan perempuan 1.357 orang (33,2 persen). Dalam periode tersebut jumlah penderita HIV/AIDS yang meninggal dunia sebanyak 1.211 orang (22,6 persen). Penularan HIV/AIDS paling banyak akibat kontak darah melalui transfusi darah, kontak seksual, dan penularan ibu kepada bayinya yang terjadi melalui tali pusat saat melahirkan. "Penularan HIV/AIDS juga terjadi pada pasangan heteroseksual dan pemakaian jarum suntik secara bersama-sama," kata Dodo. Pihaknya bertekad memberantas HIV/AIDS dengan menyediakan fasilitas berupa klinik tes dan konseling secara sukarela (VCT), pengobatan, dan perawatan para penderita di rumah sakit terdekat. Peringatan Hari AIDS se-Dunia diisi dengan peresmian ruang Unit Perawatan Intermediate Penyakit Infeksi (UPIPI) di RSUD dr. Soetomo Surabaya oleh Wagub Jatim Saifullah Yusuf. Menurut Wagub, pihaknya akan terus membenahi rumah sakit terutama milik Pemprov Jatim untuk meningkatkan pelayanan perawatan kepada para penderita HIV/AIDS. Ia juga mengajak pemerintah kabupaten/kota bersama-sama menanggulangi HIV/AIDS agar penderitanya tidak sampai menumpuk di rumah sakit milik Pemprov Jatim. "Pemerintah terus mempercepat pemenuhan akses informasi, pencegahan, perawatan, dukungan, dan pengobatan untuk semua pengidap HIV/AIDS," katanya. (M038/K004)

Sumber: Antara, Rabu, 1 Desember 2010

HARI AIDS SEDUNIA; Selamatkan Ibu dan Bayi HIV/AIDS

Denpasar, Kompas - Sebuah langkah besar harus dilakukan masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk mencegah meluasnya penularan virus HIV/AIDS. Optimalisasi fungsi dan peran klinik voluntary counseling test (VCT) serta pelaksanaan program preventing mother-to-child transmission (PMTCT) akan menyelamatkan lebih banyak kaum ibu rumah tangga dan bayi. Pesan itu mengemuka dalam perayaan Hari AIDS Sedunia di Parliamentary’s Group on MDGs DPD di Pantai Kuta, Badung, Bali, Rabu (1/12). Acara serupa digelar di Bandung dan Jakarta. Perwakilan dari Parliamentary’s Group on MDGs DPD, Rahmat Ginanjar, menyatakan, jumlah penderita HIV/AIDS di Tanah Air terus bertambah. Hal itu merupakan lampu kuning untuk mewaspadai peningkatan jumlah kasus ataupun penderita penyakit itu. ”Tugas pemerintah bersama pihak-pihak terkait, termasuk media massa, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang HIV/AIDS, pencegahannya, hingga reduksi penularannya. Kita semua harus lebih waspada sekaligus sadar,” katanya. Peringatan diisi dengan sejumlah kampanye berupa penempelan stiker dengan pesan kampanye anti-HIV/AIDS pada sebuah tembok bertajuk Wall of Care AIDS yang diletakkan di pinggir Pantai Kuta. Para pelancong yang tengah rekreasi juga diajak berpartisipasi. Malamnya, digelar renungan dan konser musik. Di Legian, 2 kilometer arah utara Kuta, juga digelar malam renungan, dialog, sekaligus penggalangan dana untuk pendanaan penanggulangan masalah AIDS yang diselenggarakan Bali Rainbow Community. Optimalisasi fungsi dan peran klinik VCT serta pelaksanaan program PMTCT merupakan dua hal yang dinilai paling memungkinkan untuk menyelamatkan lebih banyak kaum ibu rumah tangga dan bayi dari AIDS. Pemerintah Provinsi Bali bertekad merampungkan program penyediaan klinik VCT di 114 puskesmas di seluruh Bali. Berdasarkan catatan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali, estimasi kasus HIV/AIDS di Bali hingga 2010 mencapai 7.000 kasus. Namun, total jumlah kasus yang dilaporkan ke KPA Provinsi Bali hingga Oktober 2010 hanya 3.778 kasus. Minimnya jumlah kasus yang dilaporkan diyakini sebagai fenomena gunung es.

Penemuan rendah

Sementara itu, pengurus Klinik Teratai, tempat terapi penderita HIV/AIDS, RS Hasan Sadikin Bandung, Teddy Hidayat, mengungkapkan, program penemuan dan konseling penderita HIV/ AIDS belum berjalan sesuai harapan. Hal itu terlihat dari masih tingginya jumlah penderita AIDS ketimbang HIV. ”Ini terjadi di banyak daerah. Padahal, jika penderita HIV bisa ditemukan lebih cepat, kemungkinan besar bisa menekan jumlah penderita AIDS,” kata Teddy. Dia mencontohkan kasus HIV/AIDS di Jabar hingga Juni 2010 sebanyak 5.536 orang; 2.148 orang menderita HIV dan 3.388 orang mengidap AIDS. Teddy mengharapkan peran serta pemerintah dan masyarakat untuk memperbanyak penemuan dan konseling, khususnya di lingkungan rentan HIV/AIDS, seperti kalangan pekerja seksual dan waria. Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jawa Barat Fita Rosemary mengatakan, ”Estimasi populasi rawan tertular HIV masih tinggi. Di Jawa Barat, hingga 2006 estimasinya 20.980 orang dan kemungkinan terus bertambah.” Dari pelayanan dan pemanfaatan klinik VCT, para pemangku kepentingan di daerah dapat melakukan evaluasi mengenai penanggulangan masalah ini. Pokja Humas dan Informasi KPA Provinsi Bali Prof I Nyoman Mangku Karmaya menyatakan, optimalisasi program PMTCT di kalangan ibu hamil positif HIV penting guna mengurangi risiko penularan HIV dari ibu ke bayi menjadi 1-3 persen. Tanpa program PMTCT, risiko penularan itu bisa mencapai sekitar 30 persen. Sementara di Banten, jumlah kasus HIV/AIDS terus naik. Hingga Oktober 2010, jumlah pengidap HIV/AIDS ada 1.749 orang—90 orang di antaranya meninggal dunia. (LUK/ BEN/CHE/CAS)

Sumber: Kompas, Kamis, 2 Desember 2010

MUI Tulungagung Kecam Festival "Manten Kucing"

Tulungagung (ANTARA News) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tulungagung, Jawa Timur mengecam festival manten kucing yang digelar pemerintah daerah setempat sebagai salah satu kegiatan memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-805 Kabupaten Tulungagung. "Bagaimana mungkin pemerintah memfasilitasi kegiatan yang berbau syirik dan melukai hati umat Islam. Masak, kucing dinikahkan layaknya menikahkan manusia secara Islam, apalagi disertai ijab qobul dan diiringi sholawat hadrah segala," kata Wakil Ketua Cabang MUI, Maskur Kholil, Kamis. Ia menegaskan, ritual atau festival manten kucing yang diikuti 19 kecamatan se-Tulungagung beberapa waktu lalu telah melecehkan kiai dan menodai agama. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fatah Mangunsari Kedungwaru itu menjelaskan, yang menjadi sorotan MUI adalah penampilan sosok kiai yang menikahkan kucing layaknya perkawinan manusia. "Siapun boleh mengembangkan budaya. Tapi jangan sekali-kali mencampuradukan agama dengan budaya, itu (manten kucing) sama artinya melecehkan kiai," ujarnya. Kecaman serupa juga dilontarkan Sekretaris MUI, Abu Sofyan Sirojuddin. Menurut dia, pemerintah daerah dan Bupati Heru Tjahjono tidak menghiraukan peringatan MUI sebelum kegiatan yang tertuang dalam surat bernomor 115/DP-Kab/MUI-TA/2010. Padahal, surat itu disampaikan secara resmi dan ditandatangani langsung oleh ketua MUI KH Hadi Mahfud tertanggal 9 November, ternyata peringatan itu tidak diindahkan dengan tetap menggelar festival dengan menampilkan seperti sosok kiai. "Kami sudah jauh-jauh hari melayangkan surat peringatan tapi surat itu dianggap angin lalu," kata salah satu ulama paling berpengaruh di Kota Marmer itu kecewa. Dikonfirmasi terpisah, Bupati Heru Tjahjono setelah parade dakon masuk MURI mengatakan, pihaknya menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Tulunggaung. Ia berjanji, kegiatan yang bisa menimbulkan kontoversi di masyarakat dan kalangan ulama tidak akan digelar lagi pada tahun-tahun mendatang. "Kami minta maaf," kata Bupati. Festival manten kucing sendiri berasal dari ritual serupa yang biasa digelar di Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat, namun kemasan ritual itu hanyalah berupa prosesi pemandian sepasang kucing yang secara simbolis dijodohkan di sebuah sumber mata air setempat yang disebut Coban Kromo.

Tradisi itu dilakukan warga Desa Pelam ketika sedang kesulitan air.(*)

Sumber: Antara, Kamis, 25 November 2010

Cantiknya! Foto Bromo dari Luar Angkasa

VIVAnews -- Gunung Bromo kini jadi pusat perhatian. Sebab, gunung setinggi 2.392 meter itu menyimpan potensi bahaya. Pada Selasa 23 November 2010 pukul 16.30 WIB, diputuskan Bromo berstatus Awas atau Level IV. Peningkatan status Awas kurang dari 24 jam dari peningkatan status Waspada ke Siaga yakni pada Senin 22 November pukul 23.00 WIB. Belum diketahui, apakah Bromo akan erupsi, namun sejarah mencatat berulang kali gunung ini bergejolak. Yang terakhir pada tahun 2004. Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengabadikan foto satelit Merapi pada 8 Juli 2010. Gambar tersebut diambil melalui satelit IKONOS. Sementara, satelit mikro Proba milik Badan Antariksa Eropa atau European Space Agency (ESA) mengambil foto Bromo pada 19 Juni 2004. Gambar ini diambil dengan instrumen Compact High Resolution Imaging Spectrometer (CHRIS). Gambar ini sungguh cantik. Bahkan sutus environmental graffiti menobatkan foto itu sebagai satu dari 20 foto gunung tercantik di dunia. Sama seperti Merapi, bagi penduduk sekitarnya, Bromo sangat berarti. Bukan hanya soal ekonomi -- tanahnya yang subur dan daya tarik wisatanya. Diambil dari nama dewa utama Hindu, Brahma, Bromo bagi masyarakat Tengger adalah gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa. (NASA, ESA)

Sumber: Vivanews.com, Rabu, 24 November 2010

Awas Bromo; 'Gunung Brahma' Ini Meletus Besar pada 1974

VIVAnews -- Menyusul Merapi, Gunung Bromo di Jawa Timur mulai bergejolak. Pada Selasa 23 November 2010 pukul 16.30 WIB, diputuskan Bromo berstatus Awas atau Level IV. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi meminta warga mengosongkan area dalam radius 3 kilometer dari kawah Bromo, sembari mewanti-wanti agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu letusan Bromo. Akankah Bromo meletus?

Sejarah mencatat, Bromo -- yang namanya diambil dari 'Brahma' atau Dewa Utama Agama Hindu -- pernah meletus tiga kali selama abad ke-20, dengan interval waktu 30 tahun. Bromo meletus terakhir kalinya pada 2004. Sementara letusan terbesar terjadi pada 1974. Berikut daftar tahun erupsi Bromo: 2004, 2001, 1995, 1984, 1983, 1980, 1972, 1956, 1955, 1950, 1948, 1940, 1939, 1935, 1930, 1929, 1928, 1922, 1921, 1915, 1916, 1910, 1909, 1907, 1908, 1907, 1906, 1907, 1896, 1893, 1890, 1888, 1886, 1887, 1886, 1885, 1886, 1885, 1877, 1867, 1868, 1866, 1865, 1865, 1860, 1859, 1858, 1858, 1857, 1856, 1844, 1843, 1843, 1835, 1830, 1830, 1829, 1825, 1822, 1823, 1820, 1815, 1804, 1775, and 1767. Yang terakhir, Bromo meletus pada Selasa 8 Juni 2004 sekitar pukul 15.20 WIB. Gunung itu memuntahkan asap hitam bercampur kerikil dan abu setinggi 3 kilometer ke angkasa. Akibatnya, dua wisatawan tewas tertimbun pasir. Mereka ditemukan tergeletak di bawah anak tangga menuju kawah Bromo. Lima lainnya mengalami luka-luka. Hujan pasir berwarna cokelat turun di Probolinggo dan Malang yang nampak gelap hari itu. Bagi penduduk Bromo, suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa. (dari berbagai sumber)

Hari Ini Relawan Merapi Ditarik ke Bromo

Tak sampai 24 jam, Gunung Bromo naik status dua tingkat. Pada Senin 22 November pukul 23.30, ia naik status menjadi 'Siaga'. Beberapa jam kemudian, pada Selasa 23 November 2010 pukul 16.30 WIB, Bromo berstatus 'Awas'. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan pengosongan wilayah radius 3 kilometer dari lereng Bromo. Sementara, pihak pemerintah Jawa Timur bersiaga. Salah satunya, adalah dengan menyiapkan relawan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur, Siswanto mengatakan para relawan akan dikonsentrasikan di Bromo. "Relawan dan taruna tanggap bencana yang dari Merapi ditarik ke Bromo. Untuk konsentrasi, waspada dan siaga Bromo," kata Siswanto kepada VIVAnews, Selasa 23 November 2010 malam. Ditambahkan Siswanto, penarikan relawan dari Merapi sesuai anjuran Gubernur Jawa Timur. "Mulai malam ini [tadi malam] kami menuju ke arah Probolinggo," kata Siswanto. Sebelumnya, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf meminta masyarakat mematuhi instruksi dari petugas, pemerhati, atau pengamat gunung berapi. "Kalau diminta dikosongkan, ya dikosongkan," kata Saifullah Yusuf. Mirip dengan Merapi, lereng Bromo dihuni oleh penduduk. Pengamatan VIVAnews, radius 3 kilometer dari kaldera Bromo adalah wilayah subur. Di sana, warga suku Tengger bercocok tanam, ada kentang, kubis, wortel dan lainnya. Aktivitas Bromo meningkat sejak Senin 8 November 2010. Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekat dalam radius 3 km dari kawah aktif. Area kaldera lautan pasir dalam radius 2,5 km dari kawah aktif harus steril dan tertutup dari aktifitas masyarakat dan wisata. Namun, Kepala PVMG, Surono mewanti-wanti agar masyarakat tetap tenang. "Diharap tenang, tidak terpancing isu-isu tentang letusan G. Bromo."

Sumber: Vivanews.com, Rabu, 24 November 2010

Seribu Pengguna Motor Meninggal Setiap Tahun

VIVAnews - Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalulintas makin mengkhawatirkan. Bahkan, dalam satu hari, sekitar tiga orang yang harus meregang nyawa akibat kecelakaan lalulintas. "Terbilang cukup tinggin dibanding dengan negara lain. Satu hari di Jakarta ada 2 sampai 3 orang meninggal akibat kecelakaan lalulintas," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Royke Lumowa saat dihubungi wartawan, Senin malam, 22 November 2010. Menurutnya yang lebih mengkhawatirkan, korban tewas dalam kecelakaan itu didominasi pengguna kendaraan roda dua. Jumlahnya hampir sekitar 75 persen. Dominasi tersebut memang memiliki alasan yang kuat karena populasi motor di Jakarta terus meningkat setiap tahunnya. Lebih dari setengah kendaraan yang beredar di Jakarta adalah motor. Kesadaran pengguna motor untuk sadar terhadap peraturan lalulintas masih menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan di jalan. Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas selama Operasi Zebra sejak 8 November 2010 hingga hari ini. Jumlah pelanggaran motor mencapai angka 37.628 kasus. Pelanggar terbanyak kedua adalah angkutan umum yang mencapai angka 10.948. Kemudian pelanggaran mobil pribadi yang mencapai 5.298. Menurut Royke, jenis pelanggaran yang dilakukan pengendara motor banyak ragamnya ketimbang pengendara mobil. Misalnya tidak menggunakan helm standar SNI, menyerobot lampu merah, zig-zag, masuk jalur busway, melawan arus, berboncengan lebih dari dua orang atau tidak membawa SIM. "Potensi pelanggarannya sangat fatal dan sangat dimungkinkan terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa," tutur dia. Pada 2008, angka kecelakaan lalulintas akibat mengabaikan peraturan membuat 1.000 orang lebih meninggal dunia dalam setahun. Sedangkan pada 2009, jumlah pengendara motor yang tewas menurun, yakni sebanyak 700 orang. "Memang menurun angkanya, tapi masih cukup tinggi dan memprihatinkan," ujarnya mengakhiri perbincangan.

Sumber: Vivanews.com, Selasa, 23 November 2010

30 Bayi Per Bulan Diperkirakan Lahir Bisu

Medan (ANTARA News) - Diperkirakan bayi lahir dengan kondisi bisu mencapai 30 jiwa dari sekitar 10 juta penduduk di Sumatera Utara yang disebabkan adanya gangguan pendengaran pada masa sebelum lahir dan setelah lahir. "Di Medan sendiri, dari 4 ribu bayi yang lahir perbulannya, 8 bayi dalam kondisi bisu dan tuli. Berarti, di Sumut bisa saja mencapai 30 jiwa perbulannya bayi lahir bisu," kata Ketua Komite Daerah Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian Sumatera Utara, dr Delfitri Munir, di Medan, Minggu. Untuk itu, lanjutnya, perlu dilakukan antisipasi untuk mengurangi bayi lahir dalam kondisi bisu dan tuli, bahkan meniadakannya melalui pencanangan Medan Bebas Tuli pada bayi yang akan dilakukan Senin (22/11) di Dinas Kesehatan Kota Medan. Pencanangan yang nantinya akan dikomandoi oleh Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) Sumut itu akan dihadiri seluruh Kepala Rumah Sakit di Medan yang menangani persalinan. Ia mengatakan, ada dua faktor yang menyebabkan pendengaran bayi terganggu yang kemudian mengakibatkan bisu dan tuli yakni akibat faktor genetik dan non genetik. "Anak dan orangtua menderita tuli keturunan juga beresiko menderita gangguan pendengaran. Selain itu penyebab gangguan pendengaran sebelum lahir non genetik terjadi pada masa kehamilan terutama pada tiga bulan pertama kehamilan," katanya. Ia mengimbau agar orangtua mendeteksi pendengaran bayi baru lahir sejak dini dengan alat bantu skrining yang idealnya dilakukan pada usia dua hari atau sebelum bayi berusia dua bulan .Sebab bila ditangani sejak dini, anak yang memiliki gejala bisu dan tuli bisa diatas bahkan bisa berbicara mendekati orang normal. "Kalau sudah lahir, jangan langsung dibawa pulang tapi dideteksi dulu pendengarannya. Apalagi bayi yang tidurnya nyenyak, itulah salah satu gejala anak menderita tuli dan bisu. "Selama ini orang tua baru mengetahui kalau anaknya bisu dan tuli setelah anaknya berusaia 3-4 tahun. Padahal itu terlambat, kalaupun ditangani hasilnya tidak sesuai harapan," katanya. Selain itu, bayi yang pendengarannya terganggu dapat diatasi dengan diagnosis pasti dan habilitasi (intervensi) dengan alat tes Oto Acoustic Emission (OAE). Bila masih ada kelainan maka dilanjutkan dengan BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry). "Tapi begitupun, kita sangat berharap mendapat dukungan dari Pemko Medan. Paling tidak menganggarkan pengadaan alat tes deteksi seperti skrining dan alat bantu dengar di Jamkesda, sebab tanpa bantuan Pemko, kita tidak bisa berbuat lebih," katanya. (JRD/K004)

Sumber: Antara, Minggu, 21 November 2010

Peneliti Kini Bebas Akses 2.000 Jurnal Internasional

Jakarta (ANTARA News) - Para peneliti Indonesia kini bebas mengakses sekitar 2.000 jurnal ilmiah internasional setelah Kementerian Riset dan Teknologi Kamis ini meluncurkan portal perpustakaan digital."Dengan perpustakaan digital ini terbuka akses sekitar 2.000 jurnal ilmiah internasional bagi para peneliti kita," kata Menristek Suharna Surapranata pada peluncuran perpustakaan digital "http://pustaka.ristek.go.id". Untuk sementara ini, lanjut Suharna, baru terbuka akses bagi peneliti di Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) seperti BPPT, LIPI, LAPAN, BATAN, Bapeten, BSN dan peneliti di Puspiptek. Di masa mendatang akan dibuka juga kerjasama dengan berbagai Badan Litbang Kementerian, pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Menurutnya, selama ini para peneliti Indonesia sulit memperoleh akses ke berbagai jurnal internasional sehingga tak mengetahui berbagai temuan terakhir dunia dan tak bisa memetakan riset yang dibutuhkan serta sering tumpang tindih. Ia juga menyesalkan rendahnya publikasi peneliti Indonesia yang hanya sekitar 300-400 artikel per tahun, dibandingkan misalnya China yang mempublikasikan 250 ribu artikel per tahun, atau Jepang 100 ribu dan Korea 50 ribu per tahun. Dengan terbukanya akses ke jurnal ilmiah maka para peneliti Indonesia bisa mengetahui kondisi terakhir penelitian di dunia dan makin bersemangat melanjutkan berbagai penelitian.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri bidang Kebijakan Iptek KRT Dr Ade Komara Mulyana mengatakan, akses ke jurnal ilmiah internasional ini melalui Science Direct yang adalah penyedia kumpulan jurnal ilmiah terbesar di dunia. "Akses berlangganan ke jurnal internasional bagi para peneliti kita terlalu mahal, karena itu kami memfasilitasinya, mereka bisa mendapat password untuk akses ini," katanya. Ke depan selain bekerjasama dengan Science Direct, pihaknya berharap bisa berlangganan IEEE, penyedia jurnal internasional lainnya dan Proquest yang sebenarnya sudah dilanggani Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerin Pendidikan Nasional untuk berbagai universitas. KRT, ujarnya, juga memfasilitasi para penelitinya di LPNK yang ingin artikelnya dipublikasikan di jurnal internasional setelah diseleksi penerbitnya, sedangkan biaya publikasi mencapai 500 dollar AS per artikel. Untuk Indonesia saat ini ada 6.000 jurnal ilmiah nasional terakreditasi dengan 25 ribu artikel per tahunnya. (*)

Sumber: Antara, Kamis, 11 November 2010

Jangan Takutkan "Bahasa Alay"

Gorontalo (ANTARA News) - Seorang pemerhati linguistik mengimbau kalangan pendidik untuk tidak gelisah berlebihan karena menganggap perkembangan "Bahasa Alay" dapat merusak Bahasa Indonesia. "Bahasa alay yang kian banyak digunakan oleh generasi muda Indonesia ini hanya punya syarat mengancam dan merusak bahasa Indonesia apabila digunakan pada media yang tidak pada tempatnya," kata Suleman Bouti dari Fakultas Sastra dan Bahasa Universitas Negeri Gorontalo, Jumat. Dia melanjutkan, bahasa kawula muda itu akan mengancam Bahasa Indonesia jika digunakan pada forum resmi seperti seminar, perguruan tinggi, sekolah atau dalam tata cara surat menyurat resmi di perkantoran. Namun jika sekedar hanya diigunakan sebagai bahasa pergaulan di media baru yang memilih cara interaksi baru seperti jejaring sosial facebook atau twitter, maka tak ada alasan untuk mengkhawatirkan Bahasa Alay. "Biarkan bahasa gaul itu berinteraksi pada tempatnya, malah, keberadaannya dapat memperkaya kajian para ahli linguistik," kata Suleman, yang tengah menyusun disertasi mengenai penggunaan bahasa gaul di jejaring sosial. Oleh karena itu, demikan Suleman, tidak perlu mengambil langkah berlebihan dalam melindungi Bahasa Indonesia. "Bahasa Indonesia justru akan teruji dan berkembang sesuai jamannya, dengan adanya berbagai ariasi bahasa di sekitarnya," tandasnya.

Sumber: Antara, Jumat, 29 Oktober 2010

Kunci Kedatangan Forlan Ada di Tangan Tabarez

VIVAnews - Striker Uruguay, Diego Forlan belum diketahui kepastiannya tampil dalam laga uji coba melawan tim nasional Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat malam mendatang. Tadinya, Forlan dijadwalkan mendarat di Jakarta, kemarin, Selasa 5 Oktober 2010, pukul 17.45 WIB dengan pesawat Lufthansa nomor penerbangan LH 778. Namun sampai tadi pagi, striker Atletico Madrid ini belum menunjukan tanda-tanda akan datang. Bahkan, petugas yang akan menjemput dan mengawal pemain terbaik Piala Dunia 2010 itu terheran-heran saat turun dari pesawat hanya ada Luis Suarez, salah satu striker Uruguay. Saat dikonfirmasi, Ketua Panitia Lokal (LOC), Joko Driyono menyatakan, hingga hari ini, belum mendapat kepastian baik dari Badan Tim Nasional (BTN) maupun PSSI, mengenai keberadaan Forlan. "Saya rasa kami sama-sama cemas, karena belum ada kepastian dan ini dikhawatirkan akan berdampak luas bila batal datang (Forlan)," kata Joko saat dihubungi VIVAnews, Rabu 6 Oktober 2010.

Teki-teki kedatangan mantan pemain Manchester United itu juga belum dapat dipecahkan pihak BTN yang mengaku masih menunggu kabar dari sang pelatih Uruguay, Oscar WashingtonTabarez. "Sejauh ini kunci kedatangan Forlan tampaknya ada di tangan sang pelatih Oscar Tabarez. Tapi memang saat dikonfirmasi, Tabarez agak tertutup soal ini," kata Iman Arif ketika dihubungi VIVAnews. Tetapi, sejauh ini, BTN sudah melalukan koordinasi dengan ofisial tim Uruguay bahwa Forlan akan datang. "Begitu juga kubu Atletico Madrid saat dikonfirmasi menyatakan Forlan sudah terbang menuju Indonesia," tuturnya. Dia menegaskan bahwa terlambatnya Forlan tiba di Indonesia lantaran terbentur masalah keamanan, sehingga kedatangannya juga sangat dirahasikan. Pagi ini, tim Uruguay sudah menggelar latihan tertutup di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, mulai pukul 10.00 WIB. Forlan juga belum terlihat dalam latihan ini. Dan besok, Kamis, mereka akan melakukan uji lapangan di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Calon Pemain Naturalisasi Masih Bimbang

Meski masih bimbang dalam mengambil keputusan untuk menjadi Warga Negara Indonesia, bek Tobias Waisapy mengaku senang bisa membantu Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Bersama John van Beukering, Tobias menjadi dua pemain keturunan yang berpeluang unjuk kebolehan saat Timnas Indonesia menghadapi Uruguay pada laga ujicoba di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat 8 Oktober 2010. Tobias pun mulai ikut latihan bersama skuad Timnas Belanda di Lapangan C, Senayan, Selasa 5 Oktober 2010 sore. Dan bek 22 tahun itu mengaku menikmati debut latihan bersama tim Merah Putih. Tobias sendiri terkesan bimbang ketika ditanya keseriusan membela Timnas Indonesia. Pemain yang membela klub Liga Belanda Eredivisie, SBV Excelsior, ini mengaku hanya waktu yang bisa menjawab apakah dirinya akan menjadi pemain Timnas Indonesia atau tidak. "Suatu kehormatan bisa bermain dengan Timnas Indonesia. Saya berharap teman-teman lainnya di Belanda bisa membantu Indonesia," pungkas pemain berdarah Ambon yang bisa bermain di posisi bek kiri dan winger ini. "Saya ingin membantu Indonesia dan bisa memberi sesuatu bagi Indonesia. Kita lihat saja apa yang terjadi pada saya. Saya tidak bisa memastikan apa pun saat ini," kilah Tobias. Dengan usia 22, Tobias memang masih berpeluang membela Timnas Belanda. Meski begitu, bek yang bisa sedikit bisa berbahasa Indonesia ini tetap mengeluarkan kemampuan terbaiknya saat melakoni latihan bersama Timnas Indonesia.

'Pemain Indonesia Pendek-pendek'

Mewujudkan impian sang kakek menjadi motivasi John van Beukering membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Striker 27 tahun ini ingin membanggakan almarhum kakeknya. Ada pemandangan berbeda ketika Tim Nasional (Timnas) Indonesia menjalani latihan di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Selasa 5 Oktober 2010 sore. Ada sosok pemain bule yang tinggi dan tegap di antara pemain-pemain Indonesia lainnya. Ya, pemain itu adalah John van Beukering, salah satu pemain keturunan yang didatangkan PSSI dan Badan Tim Nasional (BTN) jelang laga ujicoba melawan Uruguay di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat 8 Oktober 2010. Setelah tiba di Jakarta kemarin malam, Van Beukering ikut menjalani latihan bersama Timnas Indonesia sore tadi. Striker yang musim lalu membela Go Ahead Eagles di Divisi Satu Liga Belanda itu berusaha beradaptasi dengan kondisi cuaca dan pola latihan yang diterapkan pelatih Alfred Riedl. "Mesti banyak minum, tapi cuaca di sini bagus. Tidak ada masalah. Mudah-mudahan setelah dua atau tiga hari saya bisa semakin beradaptasi," ujar striker kelahiran Velp, Belanda, 29 September 1983 itu. "Latihan berjalan dengan bagus, banyak latihan menembak yang bagus untuk seorang striker seperti saya. Pemain Indonesia juga bagus, mereka pendek-pendek tapi punya teknik yang baik. Mudah-mudahan ke depannya Indonesia punya pemain yang lebih tinggi lagi. Komunikasi tidak ada masalah, beberapa pemain Indonesia bisa bahasa Inggris." Ketika ditanya mengenai motivasi untuk membela Timnas Indonesia, Van Beukering mengaku salah satu alasannya adalah untuk mewujudkan impian kakeknya. "Kalau saya tidak serius (ingin membela Timnas Indonesia), mengapa saya mau datang jauh-jauh ke sini. Saya ingin mewujudkan impian kakek saya. Dia dari Jakarta dan memimpikan saya bisa menjadi pemain Indonesia," pungkas Van Beukering. "Mudah-mudahan saya bisa cepat membela Indonesia, dan meski dia sudah meninggal, saya harap dia bisa bangga di atas sana melihat saya membela Indonesia." Van Beukering kemudian berharap bisa membuktikan kemampuannya di depan masyarakat Indonesia dengan diberi kesempatan bermain melawan Uruguay. "Pertandingan melawan Uruguay akan sulit. Mudah-mudahan saya bisa diberi kesempatan bermain dan mencetak gol. Kita lihat saja nanti," kata Van Beukering.

Sumber: Vivanews.com, 06-10-2010

Gempa Yogyakarta Rusak Bangunan Keraton

VIVAnews - Gempa berkekuatan 5.0 Skala Richter yang mengguncang Yogyakarta, Sabtu 21 Agustus 2010 kemarin, tidak hanya menimbulkan korban luka-luka. "Tidak hanya rumah warga, gempa juga merusak bangunan Kencono, Keraton Yogyakarta, Bangsal Tepas Kawedanan Ageng Punokawan Puroyokoyo atau Bangsa Sarang Boyo," kata Kanjeng Gusti Pangeran Hadi, Hadiwinoto yang mengurusi aset keraton, kepada VIVAnews, Senin 23 Agustus 2010. Pada Bangsal Kencono kerusakan terjadi pada dua tiang yang bergeser dan pada Bangsal Tepas Kawedanan Ageng Punokawan Puroyokoyo pada beberapa tembok yang harus perlu segera diperbaiki. "Kerusakan harus segera diperbaiki supaya tidak merambat lebih banyak," ujarnya. Menurut Hadiwinoto kerusakan pada bangsal Kencono yang biasa dipergunakan untuk upacara-upacara keraton, seperti jumenangan (peringatan Sultan naik tahta), Ngabekten (saat Idul Fitri), peringatan ulang tahun Sultan dan acara pernikahan putera/puteri Sultan yang terjadi pada penyangga yang terbuat dari beton retak sehingga bisa membuat lemah kayu penyangga atap. Sedangkan yang lainnya, kayu penyangga bergeser dari kedudukan semula, sehingga dikhawatirkan membuat tiang itu tidak tegak lurus lagi. "Kami merangkul konsultan dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta untuk meneliti kerusakan-kerusakan yang diakibatkan oleh gempa bumi. Selain itu, pihak Dinas Pekerjaan umum Daerah Istimewa Yogyakarta juga menelisik kerusakan yang terjadi," terangnya Benny Puspantoro, ketua Konsultan Sipil dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta mengatakan meski kerusakan bangunan tidak mengkhawatirkan namun harus segera dilakukan perbaikan agar tidak merembet ke bangunan yang lainnya. "Untuk menentukan rehab seperti apa, akan kami ukur dengan waterpass untuk mengetahui tingkat kemiringan dan pergeseran," paparnya

Sumber: Vivanews.com, 23-08-2010

'Duo Keong Racun' Bikin Geli Pemirsa YouTube

Jakarta - Pernahkah mendengar duo Moymoy palaboy yang beberapa waktu lalu sempat naik daun di YouTube karena kelebayannya? Nah, baru-baru ini muncul 'artis' lokal serupa berwajah lumayan manis. Sinta and Jojo adalah nama duo yang tampak ingin mengikuti kesuksesan Moymoy Palaboy. Duo dara manis berwajah cantik ini langsung naik daun dengan lagu Keong Racun yang menyebar di YouTube. Pantauan detikINET, Selasa (23/6/2010) di beberapa thread milik forum terbesar di Indonesia, kehadiran mereka langsung menjadi buah bibir. Beberapa komentar para anggota pun mengaku terhibur dengan aksi 'aneh' mereka. Sementara di jagat YouTube, video klip Keong Racun langsung melejit dengan 20.060 pemirsa. Beberapa komentar pun langsung memenuhi halaman video klip tersebut. Tak hanya keong racun, mereka pun melakukan lipsync beberapa lagu seperti: Dokter Cinta, Telephone, dan Cinta Satu Malam. "Sebenernya lo ber2 itu cantik , tapi bikin video ginian jadi ilfeel gw," ujar akun bernama treenyonq."Hahaha cakep mau dong jadi keong racun," ujar akun lain bernama dmz369. Sementara akun bernama macanfisip yang bosan dengan kasus Ariel-Luna mengaku terhibur dengan aksi mereka ."Mending ini dah gan.., cantik-cantik, sopan, menghibur lagi. Daripada ngeliatin LunMay, Cut Tari and Ariel, tidak mendidik masyarakat behh.." tulisnya. ( fw / wsh )

Sumber: Detiknet.com

Empat Bulan 10 Anak Terbakar Elpiji

JAKARTA – Ridho Januar alias Ido (4), bocah asal Bojonegoro, hanya bisa menangis di pelukan ibunya, Susi Hariani, yang nekat minta bantuan ke Istana Negara Jakarta, Senin (19/7). Bocah korban ledakan gas itu tidak sendirian, Komisi Perlindungan Anak (KPAI) mencatat 10 anak terluka akibat ledakan gas dalam kurun waktu 4 bulan. ’’Dalam rentang 4 bulan antara April hingga Juli 2010, setidaknya 10 anak telah mengalami luka-luka akibat ledakan tabung gas,’’ kata Ketua KPAI Hadi Supeno di Jakarta, Selasa (20/7) pagi tadi.Menurut dia, kondisi itu telah melahirkan suasana ancaman bagi anak, situasi yang menakutkan, tidak nyaman, karena khawatir sewaktu-waktu ada tabung gas meledak dan melukainya.Hadi mengatakan, jumlah korban langsung sebanyak 10 orang anak sangat signifikan karena dalam perspektif pelindungan anak, setiap anak berhak mendapat perlindungan. ’’Belum dengan korban orang dewasa yang jumlahnya lebih dari 35 orang. Berarti, banyak anak yang berpotensi hidup sebagai yatim dan piatu,’’ papar Hadi.Nah, salah satu bocah yang cacat akbiat korban ledakan elpiji adalah Ridho Januar alias Ido (4). Senin kemarin, bocah itu digendong ibunya yang asal Bojonegoro ke Istana Negara untuk minta bantuan presiden. Namun, mereka tidak diterima dan diarahkan ke Pertamina.Ibu usia awal 30 tahun itu tiba di Istana sekitar pukul 13.30 WIB. Susi mengendong Ido yang menderita luka bakar di bagian muka hingga kaki. ’’Saya mau ketemu presiden. Saya mau minta tolong bantuan operasi pemulihan anak saya,’’ ujar Susi kepada wartawan di tempat parkir sepeda motor. Susi menuturkan, musibah akibat ledakan tabung gas bocor terjadi pada 24 Maret 2010 dini hari. Waktu itu dia hendak menyiapkan sarapan dan tidak sadar bahwa terjadi kebocoran gas. Ketika menyalakan kompor, seketika api berkobar dan membakar lengan serta kakinya. Malang bagi Ridho Januar alias Ido, balita yang sedang terlelap tersebut tersambar api mulai dari muka hingga kakinya.

Pengobatan awal telah ditangani Pemprov Jawa Timur. Keluarga buruh itu tidak mengeluarkan uang seseper pun untuk biaya pengobatan. ’’Tapi kasihan anak saya, mukanya jadi rusak. Ayahnya sedang urus buat Jamkesmas, kalau nggak tembus ya kami nggak kuat biayai,’’ isak Susi. Sejauh ini Susi dan Ido belum mendapat kepastian apakah akan mendapatkan bantuan dari Presiden SBY. Jubir Kepresidenan Julian Ardian Pasha yang dihubungi lewat telepon memastikan Susi dan Ido akan diterima Pertamina untuk masalah bantuan pengobatan. ’’Saya sudah koordinasi dengan Mensesneg, mereka akan diterima oleh Pertamina,’’ ujar Julian. Setelah mendatangi Istana, Susi dan Ido sempat ke kantor pusat PT Pertamina. Namun, saat keluar dari Pertamina, Susi enggan menceritakan hasil pertemuan dengan pihak Pertamina. ’’Saya mau pulang dulu ke Tangerang dulu,’’ ucap Susi. Petangnya, Susi dan Ido tampil di tvOne dan mendapat simpati dari masyarakat. Sejumlah masyarakat pun menyatakan kesediaan untuk membantu pengobatan Ido. Susi pun mengisahkan cerita duka ledakan elpiji di rumahnya, 24 Maret 2010. Mendengar penderitaan Susi dan Ido, sejumlah pihak tergerak untuk memberikan bantuan pengobatan bagi korban. ’’Saya sangat prihatin dengan kejadian ini,’’ kata seorang pemirsa. ’’Teruslah berjuang untuk meminta bantuan kepada pihak yang berwenang. Jangan takut. Kami akan terus mendukung,’’ ujar pemirsa yang lain. Ido akhirnya dirawat di RS Cipto Mangunkusumo. Selasa siang tadi, Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih membesuk Ridho Januar alias Ido (4), balita korban ledakan gas di RSCM. Menkes mengelus dan memegang kepala Ridho.Menkes tiba di RSCM, Jl Salemba Raya, Jakpus sekitar pukul 11.15. Menkes datang didampingi stafnya dan langsung ke ruang instalasi luka bakar, tempat Ridho dirawat. Menkes yang mengenakan batik ungu ditemani seorang dokter dan 2 perawat. Begitu melihat Menkes, Ridho pun langsung terbangun. Ibunda Ridho, Susi, menyambut gembira kedatangan Menkes. Menkes tampak memegang dan mengelus kepala Ridho. Pertemuan berlangsung sekitar 15 menit. Wartawan hanya diperbolehkan melihat dari luar kamar. viv

Sumber: Surabaya Post, Selasa, 20 Juli 2010

NU Bogor Berkabung Atas Wafatnya Idham Chalid

Bogor (ANTARA News) - Warga Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bogor, Jawa Barat, ikut berkabung atas meninggalnya salah seorang tokoh besar bangsa yang dimiliki ormas berlogo bintang sembilan, KH Idham Chalid, Minggu, kata Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor, Zaenullah. Dalam perbincangan dengan ANTARA News di Bogor, Minggu, Zaenullah mengemukakan, Idham merupakan salah satu sosok pemimpin besar bangsa yang dimiliki NU. "Kiai Idham merupakan tokoh besar dan ulama yang sangat kami hormati. Kami merasa sangat berkabung atas wafatnya beliau," kata Zaenullah. Semasa hidup, waktu Idham dihabiskan di lingkungan NU. Sejak remaja, Idham sudah bergabung dengan NU, yang waktu itu meruapakan salah satu partai politik (parpol) terbesar pemenang pemilu. Idham tercatat pernah menjabat ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai tahun 1956 hingga tahun 1984. "Kiai Idham tercatat sebagai tokoh termuda yang pernah memimpin PBNU. Beliau memimpin PBNU dalam usia 34 tahun. Selain itu, beliau juga sebagai tokoh terlama yang mengemban jabatan ketua umum hingga 28 tahun. Hal itu membuktikan keberadaan beliau sangat dibutuhkan dan dirasakan oleh NU," papar Zaenullah. Zaenullah mengemukakan, warga NU Kota Bogor, ikut berkabung dan merasa kehilangan atas wafatnya Idham. "Kiai Idham memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan NU Bogor. Beliau bukan hanya sebagai ulama NU yang kami hormati, namun juga pernah lama tinggal bersama kami di Bogor. Jadi kami merasa sangat dekat dan kehilangan sosok orang tua yang sangat kami banggakan," ungkap dia. Dia mengemukakan, sosok Idham memberikan banyak inspirasi dan teladan tidak hanya bagi generasi muda NU namun juga bagi umat Islam dan bangsa Indonesia. "Beliau sosok tokoh yang sederhana, rendah hati, tulus dalam berjuang, gigih, berkarakter dan rajin turun ke bawah," kata Zaenullah. Dia melanjutkan, "Kami doakan semoga amal dan pengabdian almarhum semasa hidup diterima Allah SWT. Kami siap melanjutkan cita-cita perjuangan beliau." (ANT/P003)

Muhammadiyah Jatim Tetapkan Awal Ramadhan 11 Agustus

Surabaya (ANTARA News) - Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Timur berdasarkan hasil hisab menetapkan 1 Ramadhan 1431 Hijriyah jatuh pada 11 Agustus 2010. "Penetapan itu sesuai dengan hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PW Muhammadiyah," kata Sekretaris PW Muhammadiyah Jawa Timur, di Surabaya, Sabtu malam. Dijelaskannya, awal Ramadhan tahun ini dimulai pada Rabu legi, 11 Agustus 2010. Ini, kata Nadjib, karena ijtima` akhir Sya`ban terjadi pada Selasa, 10 Agustus, bertepatan dengan 29 Sya`ban 1431 Hijriyah pukul 10.09 WIB. "Pada saat matahari terbenam hari itu, hilal sudah wujud 2 derajat lebih. Jadi, tanggal 10 Agustus malam sudah mulai tarawih," tukas Nadjib. Pria yang juga anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur tersebut juga menegaskan, bahwa penghitungan di PW Muhammadiyah Jawa Timur, sama dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. "Hasil penghitungan memang di level provinsi, tapi sama dengan penghitungan dengan PP. Jadi tidak ada perbedaan antara PW dan PP," papar dia. Disinggung apakah akan ada perbedaaan dengan Nahdlatul Ulama serta pemerintah pusat, Nadjib belum bisa memastikannya. Hanya saja, kata dia, sangat besar kemungkinan awal Ramadhan akan sama dan tidak ada perbedaan. "Sepertinya akan sama, sebab hilal sudah wujud lebih dari 2 derajat. Jadi, Insya Allah sama," tuturnya. Nadjib juga mengaku, hasil penghitungan ini juga akan dikomunikasikan dan dilaporkan ke pemerintah. "Pasti kami laporkan ke pemerinah tentang penghitungan hisab Majelis Tarjih Muhammadiyah ini," tegas pria berambut ikal tersebut. Sementara, lanjut dia, Muhammadiyah Jawa Timur juga mengimbau kepada umat Islam di Indonesia, pada umumnya, untuk menghadapi bulan suci Ramadhan dengan suka cita. Selain itu, menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan dan memperkokoh tali silaturahmi dengan siapa saja, termasuk keluarga, teman dan semua masyarakat. Muhammadiyah Jawa Timur, kata dia, juga mengimbau kepada masyarakat Islam untuk menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum untuk introspeksi atas segala kesalahan dengan jalan memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. "Mari kita jauhi kemungkaran dan berlomba-lomba demi kebaikan. Apalagi, di bulan Ramadhan, pahala segala kebaikan kita dilipatgandakan pahalanya," ucap Nadjib Hamid. (PSO-165/K004)

Sumber: Antara, Sabtu, 10 Juli 2010

Angka Kematian Ibu Melahirkan Masih Tinggi

Bengkulu (ANTARA News) - Angka kematian ibu melahirkan di Indonesia

hingga kini masih tergolong tinggi yaitu mencapai 228/100 kelahiran hidup. "Itu diketahui berdasarkan hasil survei demografi kesehatan Indonesia (SDKI) pada 2007," kata Direktur Kelangsungan Hidup Ibu Bayi dan Anak Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wicaksono ketika menghadiri perinagatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2010 tingkat Provinsi Bengkulu, Rabu. Tingginya angka kematian ibu melahirkan tersebut karena masyarakat kini masih merasa belum mendapat jaminan untuk hidup dalam proses persalinan, terutama bagi penduduk yang tinggal jauh dari tempat persalinan medis. Namun, katanya, risiko kematian ibu melahirkan di Tanah Air akan dapat ditekan sekecil mungkin oleh pemerintah dengan memberikan berbagai jaminan kesehatan bagi masyarakat. Pada 2015 risiko terhadap ibu mlahirkan akan menurun 102/100 kelahiran hidup, angka itu jauh dari hasil SDKI pada 2007. Tingginya angka tersebut karena kurangnya pengetahuan ibu hamil terhadap kesehatan kandungan dan bayi. Kematian pada ibu melahirkan itu dapat juga disebabkan kesehatan pada bayi ada dalam rahim, katanya. Pemerintah Provinsi Bengkulu menyikapi masalah tersebut akan meningkatkan program kesehatan dan memperbanyak tenaga medis dan sarana kesehatan. "Kita akan mengagendakan program kesehatan dan KB menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan sarana kesehatan seperti Puskesmas dan menggalakan Posyandu," kata Asisten II Seta Pemprov Bengkulu Fauzan Rahim. Dengan langka itu maka masalah yang masih membebani masyarakat dan pemerintah bisa berkurang dan tercapai program menuju "Bengkulu Sehat 2015". (PSO-150/K004)

Sumber: Antara, Rabu, 7 Juli 2010

NU Bahas Hukum Alat "Penyambung Nyawa"

Jakarta (ANTARA News) - Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM-PBNU), Kamis, membahas penggunaan alat "penyambung nyawa" berupa ventilator atau alat bantu pernafasan bagi pasien yang berada dalam kondisi koma. Namun, forum yang digelar di Pondok Pesantren Al-Itqon itu bukan membahas hukum boleh atau tidaknya penggunaan alat tersebut dari sudut hukum Islam, karena mayoritas (jumhur) ulama sudah jelas memperbolehkan. Pembahasan justru diarahkan pada boleh atau tidak alat "penyambung nyawa" itu dicabut atau dihentikan penggunaannya yang berakibat pada meninggalnya pasien. Bahtsul masail yang juga diikuti perwakilan Pengurus Cabang (PC) NU dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Banten tersebut memutuskan pencabutan alat bantu pernafasan diperbolehkan jika diyakini bahwa pasien pada hakikatnya telah meninggal dunia berdasar keterangan resmi dokter ahli yang menangani. "Kalau oleh dokter secara hakiki sudah dinyatakan meninggal maka alat medis perlu segera dicabut, bahkan hukumnya wajib, agar jenazah bisa diperlakukan secara Islam," kata Wakil Ketua LBM-PBNU KH Arwani Faishal. Menurut Arwani, tindakan tersebut jelas berbeda dengan euthanasia atau tindakan mempercepat kematian, misalnya dengan memberikan suntikan khusus untuk pasien yang merasa telah lama menderita dan ingin segera meninggal. "Untuk kasus seperti ini, euthanasia, hukumnya haram. Pemberian injeksi yang mematikan ini sama hukumnya dengan membunuh orang, sementara pasien yang ingin diinjeksi sama halnya dengan bunuh diri," katanya. Sementara terhadap penghentikan proses pengobatan bagi pasien yang sudah lama berobat di rumah sakit dengan alasan tidak kunjung sembuh dan menelan biaya yang sangat mahal, forum bahtsul masail pun tidak menilainya sebagai praktik euthanasia. "Praktik ini bukan dalam katagori euthanasia, dan dibolehkan atas persetujuan pasien dan keluarga dengan tetap mencari alternatif pengobatan yang lain," kata Arwani.(*) (S024/R009)